• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Rabu, 04 Januari 2017

PENGGUNA DAN PENGEMBANG SISTEM

  • Pengguna dan Pengembang Sistem
     Spesialis-spesialis informasi sebuah perusahaan terdiri dari atas analisa sistem administrator basis data, Webmaster spesialis jaringan, programmer dan operator. Para spesialis ini berada dalam unit layanan informasi namun karna perkembangan zaman mereka di pindahkan ke unit bisnis.
     Perusahaan hendaknya memiliki sumber daya manusia yang memiliki keahlian untuk bisa mengembangkan sebuah sistem .Namun kenyataan di lapangan perusahaan hanya mengandalkan spesialis  dari luar.Jika perusahaan bisa mengimplemantasikan ke pegawai internal maka akan terasa manfaat nyata.
   Pengembangan sistem adalah suatu aktivitas yang selalu berevolusi.Bentuk organisasi dan peranan yang dimainkan oleh para pengguna dan spesialis informasi terus –menerus mengalami perubahan.
A.Organisasi Bisnis
  • Dukungan Sistem Informasi bagi Organisasi
  Sistem-sistem Informasi dikembangkan untuk mendukung kegiatan operasional sebuah organisasi.Sebuah sumber daya fisik dialokasikan ke area anak perusahaan. Inovasi tersebut memberikan manfaat yaitu banyak aktivias perusahaan yang tidak di batasi oleh lokasi.Struktur ini disebut dengan organisasi maya.
Organisasi Layanan Informasi

  1. Sumber daya Informasi memiliki tugas menidentifikasi sebuah piranti komputer.Sebagian pekerja ini bertugas langsung ke lapangan.
  2. Spesialis Informasi memiliki tugas untuk mengkordinasi atas sumber daya yang dimiliki perusahaan contohnya programmer,analis sistem dan seterusnya.
  3. Analis sistem memiliki tugas untuk mengidentifikasi masalah dan membuat sebuah dokumen tertulis mengenai bagaimana komputer akan menyelesaikan sebuah masalah.
  4. Administrator Basis Data memiliki tugas perencanaan,implementasi ,operasi dan keamanan.
  5. Webmaster memiliki tugas untuk membuat situs web yang menyajikan perkembangan sebuah perusahaan melalui sebuah grafik dan webmaster diharapak dapat melacak orang yang mengunjungi halaman web.Angka statistic ini dapat memberikan keefektifan.
  6. Spesialis Jaringan memili tugas menganalisa sistem dan pengguna dalam membuat jaringan komunikasi data yang menyatukan sumber daya komputasi yang menyebar.
  7. Progammer memiliki tugas membuat  kode program yang mengubah data menjadi informasi yang dibutuhkan oleh pengguna.
  8. Operator memiliki tugas memelihara sebuah sistem setelah sistem di implementasikan.

Struktur Organisasi Layanan Informasi
Tren dari Struktur Tersentralisasi ke Desentralisasi
Analisa sistem ini di tugaskan untuk mengembangkan sebuah sistem yang diterapkan di pusat lalu di alokasikan ke unit –unit.Tugas ini dipimpin oleh manajer , programmer dan administrator basis data.


  • Struktur Organisasi Inovatif
       Struktur organisasi ini memiliki cara pandang inovatif yang menyimpan seluruh sumber daya informasi dan memberikan semua sistem informasi kepada para pengguna.Seorang IT berinteraksi dengan pengguna maupun vendor dan tanggung jawab atas divisional dan manajer rekening.Pandangan ini mencerminkan perusahaan mendelegasikan fungsi tsb.
  • Komputasi Pengguna Akhir
Penyebab Komputasi Pengguna Akhir timbul yaitu:
Ø  Dampak Pendidikan Komputer
Ø  Antrian Layanan Informasi
Ø  Murahnya peranti keras
Ø  Peranti lunak siap pakai
Pengguna akhir tidak bertanggung jawab penuh terhadap penggabungan sistem. Namun dalam beberapa kasus pengguna akan bekerja sama dengan spesialis informasi dalam mengembangkan sistem.

  • Pengguna Sebagai Suatu Sumber Daya Informasi
Pengguna diharapkan mampu berpatisipasi nyata dalam pengembangan sistem dan memtuskan bagaimana perusahaan mampu memanfaatkan sumber daya informasinya.
Keuntungan Komputasi Pengguna Akhir
  1. Menyamkan kemampuan dan tantangan
Spesialis diharapkan dapat lebih berkonsentrasi pada organisasi secara luas dan sistem yang rumit
  1. Mempersempit jarak komunikasi
Pengguna memahami area masalah yang lebih baik dari pada teknologi komputasi.Kombinasi antara pendidikan komputer dan peranti lunak siap pakai memungkinkan pengguna menciptakan sebuah sistem.Ketika pengguna mengembangkan sistem makan tidak ada jarak komunikasi.

Risiko Komputasi Pengguna Akhir
1)      Sasaran sistem yang buruk
2)      Sistem yang dirancang dan di dokumentasikan dengan buruk
3)      Pengguna sumber daya yang tidak efisien
4)      Hilangnya integeritas data
5)      Hilangnya keamanan
6)      Hilangnya kendali

    Kriteria Pendidikan ,Pengetahuan dan Keahlian yang dibutuhkan untuk karier di bidang layanan informasi.
Pengetahuan Pembangan Sistem
Pengetahuan Pembangan Sistem adalah kemampuan untuk menggunakan dan mengembangkan sumber daya informasi.Pengetahuan Informasi.Pengetahuan Informasi meliputi pemecahan permasalahan yaitu Di mana informasi itu dapat diperoleh dan bagaimana informasi itu di bagikan kepada orang lain.
  • Keahlian Pengembangan Sistem
     Keahlian komunikasi melibatkan kemampuan untuk menyampaikan informasi kepada satu orang atau lebih dengan menggunakan komunika ,lisan tulisan atau gambar.Kemampuan analitis melibatkan studi dan pemahamana akhir atas suatu situasi dengan tujuan untuk merumuskan respons atau solusi.
Mengelola pengetahuan yang ditunjukkan oleh sumber daya Informasi Perusahaan
Perusahaan sering kali menganggap manajemen pengetahuan sebagai sistem jenis lain yang harus dikembangkan .Sistem seperti ini akan menciptakan pengetahuan,mengelolanya dan mengirimkannya ke pengguna yang tepat.Vendor ini menjual peranti lunak manajemen pengetahuan kepada perusahaaan .
  • Otomatisasi Kantor
      Otomatisasi Kantor meliputi sistem elektronik formal maupun informal yang berhubungan dengan komunikasi informasi dari internal ke eksternal.Beberapa sistem ini melibatkan pengguna komputer yang berada di dalam lingkungan perusahaan.Keunggulan dari OA adalah dapat memberikan suatu sambungan komunikasi bagi orang di dalam dan di luar perusahaan untuk saling berkomunikasi satu sama lain.
  • Pergeseran dari Pemecahan Masalah Administratif ke Manajerial
Seiring dengan bertambahnya pengetahuan komputer dikalangan manajer ,mereka menyadari bahwa menggunakan aplikasi dapat memecahkan beberapa masalah yang mereka hadapi.mereka menggunakan email untuk mengumumkan jadwal rapat ,yang lain menggunakan video untuk menghubungkan para pemecah masalah di wilayah geografis yang luas dan seterusnya.
  • Kantor Maya
Konsep kantor maya mengakui bahwa pekerjaan dapat dilakukan hampir di semua lokasi selama tempat kerja terhubung oleh jenis kemampuan komunikasi elektronik.
Telecommuting
Telecommuting adalah produk- produk peranti lunak dapat di buat dimana saja.Keuntungan bagi karyawan adalah fleksibilitas yang diberikan dalam menjadwalkan tugas-tugas pekerjaan sehingga tugas pribadi juga dapat di akomodasi.Lalu kerugian yang di dapat karyawan yang melakukan telecommuting dapat merasa menjadi anggota organisasi yang dianggap kurang penting.
Hoteling
Konsep hoteling adalah pada awalnya fokus telecommting yang hanya terbatas pada pekerja kantor yang hanya dapat melakukan pekerjaan mereka di rumah telah meluas hingga meliputi seluruh karyawan yang datang ke kantor bilamana dibutuhkan.Keuntungan hoteling adalah pemanfaatan sumber daya dan ruangan yang lebih efektif dan focus yang lebih baik pada apa yang dibutuhkan untuk mendukung personel kantor.Lalu kerugian karyawan tidak memiliki bonus karna kurang memiliki ruangan kantor pribadi.
Keuntungan Kantor Maya
Ø  Biaya fasilitas yang lebih rendah
Karena beberapa karyawan bekerja di tempat lain selain di kantor sehingga membuat biaya sewa dan perluasan kantor menurun.
Ø  Biaya peralatan yang lebih rendah
Para karyawan dapat saling berbagi peralatan dengan cara berpartisipasi di dalam suatu jaringan area local berbagai sumber daya komputasi.
Ø  Berkurangnya penghentian pekerjaan
Bila terjadi bencana alam ,aktivitas perusahaan tidak dapat berlangsung tetapi dengan adanya kantor maya maka pekerjaan dapat terus dilakukan
Ø  Kontribusi Sosial
Kantor Maya memungkinkan memperkerjaan untuk orang yang memiliki kekurangan yang sebelumnya yang tidak memiliki pekerjaan.Tapi dengan adanya kantor maya dapat memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mengespresikan rasa sosialnya.

Kerugian Kantor Maya
Ø  Moral yang rendah :Sejumlah factor dapat menyebabkan moral karyawan yang rendah.Sebab tidak adanya umpan balik positif yang berasal interaksi tatap muka dengan manajer dan karywan lainnya.
Ø  Risiko Keamanan :Keamanan data dan informasi dapat lebih untuk di kendalikan di dalam lingkungan kantor Maya.

  • Organisasi Maya
Dampak sosial organisasi Maya
Industri yang paling tertarik dengan konsep kantor maya adalah insutri yang memberikan nilai tambah berupa informasi,ide dan kecerdasan.Hampir seluruh aktivitas perusahaan mencakup lebih banyak informasi di bandingkan dengan masa lalu.karenanya sekolah memberikan pengetahuan komputer ke dalam program.Teknologi Informasi dan sistem informasi terjalin ke dalam sturuktur proses-proses bisnis.
Menempatkan Pengguna Sistem dan Spesialis Informasi pada Perspektif
Unsur manusia menjadi salah satu bahan penting dalam pengembangan sistem. Para pemain sepenuhnya di pegang oleh spesialis namun lama kelamaan pengguna memiliki peran penting. Sampai ke titik ekstrim pengguna dapat melakukan seluruh pekerjaan pengembangan. Tidak hanya pekerjaan pengembangan saja yang berubah ,keadaan di mana pekerjaan dilaksanakan juga dapat berubah .Organisasi mengaharuskan pekerjaan dan pekerja bekerja pada satu lokasi fisik.Jaringan komunikasi elektronik memungkinkan perusahaan mencapai suatu oragnisasi maya.

Rabu, 16 November 2016

IMPLIKASI ETIS DARI TEKNOLOGI INFORMASI





CAKUPAN PERSKRIPTIF VERSUS CAKUPAN DESKRIPTIF


Cakupan preskriptif (prescriptive coverage), menentukan bagaimana MIS sebaiknya dikembangkan dan digunakan di dalam suatu perusahaan. Cakupan ini merupakan pendekatan yang lebih baik untuk menampilkan materi kepada mahasiswa perguruan tinggi yang memasuki dunia bisnis dibandingkan dengan memberikan Cakupan deskriptif (descriptive coverage) yang menjelaskan bagaimana hal-hal sedang dilaksanakan. Pendekatan deskriptif tidak sungguh-sungguh ditinggalkan, karena contoh-contoh dalam dunia nyata selalu diberikan.


Tujuannya adalah memberikan jalan yang dapat diikuti para profesional bisnis dan sistem informasi masa depan - jalan yang akan menuju karier yang sukses dan karier yang akan memberikan kontribusi positif untuk profesi yang berkaitan dengan komputer serta untuk bisnis dan masyarakat.


MORAL,ETIKA, DAN HUKUM

  • Moral : Tradisi kepercayaan mengenai perilaku yang benar dan yang salah. Moral adalah institusi sosial dengan sejarah dan seperangkat aturan. 
  • Etika : Sekumpulan kepercayaan, standar atau teladan yang mengarahkan, yang merasuk ke dalam seseorang atau masyarakat. Tidak seperti moral, etika bisa jadi amat bervariasi dari satu komunitas dengan yang lain. Keberagaman di bidang komputer ini terlihat dalam bentuk peranti lunak bajakan (pirated software) - peranti lunak yang diduplikasi secara ilegal dan kemudian digunakan atau dijual.
  • Hukum (Law) : Peraturan perilaku formal yang ditetapkan oleh otoritas yanng berwenang, seperti pemerintah, terhadap subjek atau warga negaranya.

Undang-Undang Komputer di Amerika Serikat

Hak dan Batasan Akses Data Undang-Undang Kebebasan Informasi (Freedom of Information Act) tahun 1966 memberi warga negara dan organisasi-organisasi Amerika Serikat hak terhadap akses data yang dipegang oleh pemerintah federal, dengan beberapa perkecualian. Undang-Undang Pelaporan Kredit yang Wajar (Fair Credit Reporting Act) tahun 1970 berkaitan dengan penanganan data kredit, dan Undang-Undang Hak Privasi Federal (Right to Federal Privacy Act) tahun 1978  yang membatasi tindakan pemerintah federal untuk melaksanakan penyelidikan pada catatan-catatan bank. Undang-Undang Privasi dan Pencocokan Komputer (Computer Matching and Privacy Act) tahun 1988, membatasi hak pemerintah federal untuk mencocokan file komputer yang bertujuan untuk menentukan kelayakan program pemerintahan atau mengidentifikasi para debitor.

Privasi, Undang-Undang Kebebasan Informasi diterapkan, pemerintah federal mencanangkan Undang-Undang Privasi Komunikasi Elektronik (Electronic Communication Privacy Act) tahun 1968. Namun, Undang-Undang ini ditulis ulang tahun 1986 agar mencakup data digital, komunikasi video dan surat elektronik.

Kejahatan Komputer, pada tahun 1984, Kongres Amerika Serikat memperkuat Undang-Undang mengenai penggunaan komputer dengan mengeluarkan peraturan-peraturan yang secara khusus diterapkan pada kejahatan komputer

Paten Peranti Lunak

Pada bulan Juli 1988, Pengadilan Banding Federal Amerika Serikat U.S. Court Of Appeals for the Federal Circuit) memutuskan bahwa proses bisnis harus dipatenkan. Kasus ini kemudian dikenal dengan State Street Decision. Pengadilan selalu menetapkan bahwa peranti lunak tidak dapat dipatenkan karena 2 alasan: (1) Algoritma matematika tidak dapat dipatenkan dan (2) metode bisnis tidak dapat dipatenkan.

Undang-Undang Paten Peranti Lunak di Uni Eropa

Pada awal 2002, Parlemen Uni Eropa (UE) mengusulkan agar standar paten peranti lunak yang lebih ketat dibandingkan dengan standar di Amerika Serikat ditetapkan. Proposal ini mencetuskan berbagai diskusi dan ketidaksetujuan, dan Peraturan untuk Patentabilitas Penemuan yang Diterapkan pada Komputer (Directive on thee Patentability of Computer-Implemented Inventions) akhirnya ditolak oleh Parlemen UE pada bulan Juli 2005.

Undang-Undang Privasi Pribadi di Republik Rakyat Cina

Pemerintah Cina sedang berfokus untuk menerapkan peraturan penggunaan komputer dan internet. Peraturan-peraturan ini menyatakan bahwa penggunaan perangkat ini tidak boleh mengganggu "keamanan negara", "kepentingan sosial", "kepentingan warga negara yang berazaskan hukum", dan "privasi". Dalam menyusun argumen ini, para aktivis mengidentifikasi Uni Eropa dan Amerika Serikat sebagai model untuk undang-undang yang dibutuhkan.


MELETAKKAN MORAL,ETIKA, DAN HUKUM PADA TEMPATNYA

Penggunaan komputer di dunia bisnis diarahkan oleh nilai moral dan etis manajer, spesialis informasi, dan pengguna, serta hukum yang berlaku. Hukum adalah yang termudah untuk diinterpretasikan karena bersifat tertulis.


KEBUTUHAN AKAN BUDAYA ETIKA

Keterkaitan antara CEO dengan perusahaannya merupakan dasar untuk budaya etika. Jika perusahaan dituntut untuk berlaku etis, maka manajemen tingkat tinggi harus bersikap etis dalam segala sesuatu yang dilakukan dan dikatakannya. Manajemen tingkat atas harus memimpin melalui contoh. Perilaku ini disebut dengan budaya etika (ethics culture).

Bagaimana Budaya Etika Diterapkan

Kredo Perusahaan (Corporate Credo) adalah pernyataan singkat mengenai nilai-nilai yang ingin dijunjung perusahaan. Tujuan kredo tersebut adalah untuk memberitahu individu dan organisasi, baik di dalam dan di luar perusahaan, akan nilai-nilai etis yang dianut perusahaan tersebut.

Program Etika (Ethics Program) adalah upaya yang terdiri atas berbagai aktivitas yang didesain untuk  memberikan petunjuk kepada para karyawan untuk menjalankan kredo perusahaan. Aktivitas yang biasa dilakukan adalah sesi orientasi yang diadakan untuk para karyawan baru. Dalam audit etika (ethics audit) seorang auditor internal akan bertemu dengan seorang manajer dalam sesi selama beberapa jam yang bertujuan untuk mempelajari bagaimana unit manajer tersebut melaksanakan kredo perusahaan.

Kode Perusahaan yang Disesuaikan, terkadang kode-kode etik ini merupakan adaptasi dari kode untuk industri atau profesi tertentu.

Meletakkan Kredo, Program dan Kode pada Tempatnya

Kredo perusahaan memberikan dasar untuk pelaksanaan program etika perusahaan. Kode etik tersebut menggambarkan perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan dilaksanakan oleh para karyawan perusahaan dalam berinteraksi antara satu dengan lain dan dengan elemen-elemen lingkungan perusahaan.


ALASAN DI BALIK ETIKA KOMPUTER

Etika komputer terdiri atas 2 aktivitas utama. Orang diperusahaan yang merupakan pilihan yang logis untuk menerapkan program etika ini adalah CIO. Seorang CIO harus menyadari dampak penggunaan komputer terhadap masyarakat dan merumuskan kebijakan yang menjaga agar teknologi tersebut digunakan di seluruh perusahaan secara etis.

Alasan Pentingnya Etika Komputer

Kelenturan Secara Logis (logical malleability) sebagai kemampuan untuk memprogram komputer untuk melakukan hampir apa saja yang ingin kita lakukan.

Faktor Transformasi, alasan atas etika komputer yang ini didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah cara kita mengerjakan sesuatu dengan drastis.

Faktor Ketidaktampakan, alasan ketiga untuk minat masyarakat atas etika komputer adalah karena masyarakat memandang komputer sebagai kotak hitam.
  • Nilai Pemrograman yang tidak tampak, adalah perintah rutin yang dikodekan programmer ke dalam program yang menghasilkan proses yang diinginkan si pengguna.
  • Perhitungan rumit yang tidak tampak, berbentuk program yang sangat rumit sehingga pengguna tidak dapat memahaminya.
  • Penyalahgunaan yang tak tampak, mencakup tindakan yang disengaja yang melintasi batasan hukum maupun etis.

Hak Sosial dan Komputer

Klasifikasi hak-hak manusia dalam wilayah komputer yang paling banyak dipublikasikan adalah PAPA rancangan Richard O.Mason. Mason menciptakan akronim PAPA untuk merepresentasikan 4 hak dasar masyarakat sehubungan dengan informasi: privasi (privacy), akurasi (accuracy), kepemilikan (property), dan aksesbilitas (accessbility).

Hak Privasi

Menurut Mason, para pembuat keputusan menempatkan nilai yang amat tinggi pada informasi sehingga mereka sering kali melanggar hak privasi seseorang untuk mendapatkannya.

Hak untuk Mendapatkan Keakuratan

Komputer memungkinkan tingkat keakuratan yang tidak dapat dicapai dengan sistem nonkomputer. Potensi ini memang tersedia, namun tidak selalu didapatkan. Beberapa sistem berbasis komputer berisikan lebih banyak kesalahan daripada yang diberikan sistem manual.

Hak Kepemilikan

Hak kepemilikan intelektual, biasanya dalam bentuk program komputer. Vendor peranti lunak dapat menghindari pencurian hak kepemilikan intelektual melalui undang-undang hak cipta, hak paten, dan persetujuan lisensi. Vendor peranti lunak mencoba untuk menutup lubang-lubang pada hukum ini melalui perjanjian lisensi yang harus disetujui oleh para pelanggan mereka saat mereka menggunakan peranti lunak tersebut. Pelanggaran dari perjanjian ini dapat menyert pelanggan ke pengadilan.

Hak Mendapatkan Akses

Sebelumnya diperkenalkannya basis data yang terkomputerisasi, kebanyakan informasi tersedia untuk masyarakat umum dalam bentuk dokumen cetak atau gambar mikroformat yang disimpan  di perpustakaan. Sekarang, kebanyakan informasi ini telah dikonversikan ke basis data komersial, sehingga membuat ketersediaannya untuk masyarakat berkurang. Untuk mengakses informasi ini, seseorang harus memiliki peranti keras dan peranti lunak komputer yang diharuskan dan membayar biaya akses. Mengingat komputer dapat mengakses data dari penyimpanan lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan jenis teknologi lain, ironis bahwa hak mendapatkan akses menjadi isu etika era modern.


AUDIT INFORMASII

Perusahaan dengan semua ukuran mengandalkan auditor eksternal (external auditordari luar organisasi untuk memverifikasi keakuratan catatan akuntansi. Perusahaan-perusahaan yang lebih besar memiliki staf tersendiri yang berfungsi sebagai auditor internal (internal auditor), yang melaksanakan analisis yang sama seperti auditor  eksternal namun memiliki tanggung jawab yang lebih luas.

Pentingnya Objektivitas

Agar para auditior dapat menjaga objektivitas, mereka harus menyatakan bahwa mereka tidak menginginkan tanggung jawab operasional sistem yang mereka bantu kembangkan. Mereka hanya bekerja dengan kapasitas sebagai penasihat. Mereka membuat rekomendasi untuk manajemen, dan manajemen memutuskan apakah mereka akan menerapkan rekomendasi-rekomendasi tersebut.

Jenis Aktivitas Audit

Terdapat 4 jenis dasar aktivitas audit internal
  • Audit Finansial (financial audit) memverifikasi catatan-catatan perusahaan dan merupakan jenis aktivitas yang dilaksanakan auditor eksternal. 
  • Audit Operasional (operational audit) jenis pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem pada tahap analisis dari masa siklus perancangan sistem. Ada 3 fitur sistem dasar
  1.  Kecukupan Pengendalian
  2. Efisiensi
  3. Kepatuhan dengan Kebijakan Perusahaan
  • Audit Berkelanjutan (concurrent audit) sama dengan audit operasional tetapi audit berkelanjutan berlangsung terus-menerus.
  • Desain Sistem Pengendalian Internal, auditor internal selayaknya berpartisipasi secara aktif dalam perancangan sistem karena 2 alasan, yaitu biaya untuk memperbaiki kelemahan sistem meningkat secara dramatis seiring dengan siklus masa hidup sistem, dan melibatkan para auditor internal dalam perancangan sistem adalah mereka menawarkan keahlian yang dapat meningkatkan kualitas sistem tersebut.

Subsistem Audit Internal

Dalam sistem informasi finansial, subsistem audit internal merupakan salah satu subsistem input. Melibatkan auditor internal dalam tim perancangan sistem merupakan suatu langkah yang baik untuk mendapatkan sistem informasi yang terkendali dengan baik, dan sistem tersebut merupakan langkah yang baik untuk memberikan yang mereka perlukan kepada manajemen informasi guna mencapai dan mengelola operasional bisnis yang beretika.

MENERAPKAN ETIKA DALAM TEKNOLOGI INFORMASI

Kode Etik

Kode etik dan Praktik profesional rekayasa peranti lunak dibuat dengan tujuan agar bertindak sebagai panduan untuk mengajarkan dan mempraktikan rekaya peranti lunak, yaitu penggunaan  prinsip-prinsip perancangan dalam pengembangan peranti lunak.

  • Kode Etik dan Perilaku Profesional ACM, kode ini diadopsi tahun 1992 dan berisikan "keharusan" yang merupakan pernyataan tanggung jawab pribadi.  Kode ini dibagi lagi menjadi 4 bagian 
  1. Keharusan Moral Umum , keharusan ini berkenaan dengan perilaku moral dan isu-isu yang ada pada saat ini mendapatkan perhatian hukum
  2. Tanggung Jawab Profesional yang Lebih Spesifik, berkenaan dengan dimensi-dimensi kinerja profesional.
  3. Keharusan Kepemimpinan Organisasi, memiliki tanggung jawab untuk mendukung penggunaan sah sumber daya komputer, menstimulasi orang lain di organisasi untuk memenuhi tanggung jawab sosial, memungkinkan pihak lain di dalam organisasi mendapatkan manfaat dari komputer, serta melindungi kepentingan para pengguna.
  4. Kepatuhan terhadap Kode, ACM harus mengindikasikan dukungan untuk kode etik

Kode Etik dan Praktik Profesional Rekaya Peranti Lunak

Kode ini mencatat pengaruh penting yang dapat diterapkan para ahli peranti lunak pada sistem informasi dan terdiri dari ekspektasi di 8 hal penting:

  1. Masyarakat
  2. Klien dan Atasan
  3. Produk
  4. Penilaian
  5. Manajemen
  6. Profesi
  7. Kolega
  8. Diri Sendiri

Pendidikan Etika Komputer

Mata Kuliah di Perguruan Tinggi, Perguruan tinggi dan universitas telah mengajarkan etika komputer sejak beberapa waktu lamanya. Sekolah-sekolah bisnis  biasanya menawarkan mata kuliah etika atau mengintegrasikan ilmu tersebut ke dalam mata kuliah bisnis seperti pemasaran dan akuntansi.

Program Profesional, menawarkan program khusus yang membahas masalah-masalah penting saat ini, seperti etika.

Program Edukasi Sistem, mata kuliah perguruan tinggi memungkinkan para mahasiswa untuk bersiap-siap mengatasi permasalahan etika ketika mereka memasuki industri, dan program profesional dan swasta memungkinkan manajer dan karyawan di setiap tingkatan untuk menjaga kesadaran beretika serta komitmen mereka seiring dengan perubahan tuntutan sosial.

ETIKA DAN CIO

CIO dapat memenuhi ekspektasi pelaporan keuangan dengan cara mengikuti program yang mencakup hal-hal berikut:
  • Mencapai tingkat pemahaman yang lebih baik akan pemahaman prinsip-prinsip akuntansi.
  • Mempelajari sistem informasi yang menyelesaikan laporan keuangan dan mengambil tindakan perbaikan.
  • Mendidik eksekutif perusahaan mengenai sistem-sistem keuangan
  • Mengintegrasikan ke dalam sistem infomasi alarm yang memperingatkan eksekutif terhadap aktivitas yang membutuhkan perhatian.
  • Secara aktif berpartisipasi di dalam memberikan informasi keuangan kepada elemen lingkungan.
  • Mengendalikan dengan ketat keuangan yang dihabiskan untuk sumber daya informasi.

PENGARUH SARBANES-OXLEY

SOX terdiri atas 10 pasal utama, 2 diantaranya secara langsung memengaruhi unit pelayanan informasi perusahaan:
  •  CEO dan CFO harus menandatangani laporan keuangan.
  • Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat disyaratkan untuk memiliki unit audit internal.

SOX 404

Membahas tentang penilaian manajemen mengenai pengendalian keuangan. Bagian ini mensyaratkan bahwa harus terdapat suatu bentuk pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan.

Seorang CIO harus menjaga agar pengendalian seperti ini berada di dalam sistem selama proses perancangan sistem. Aktivitas perancangan harus mencakup:

  1. Identifikasi sistem yang memainkan peranan dalam pelaporan keuangan.
  2. Identifikasi risiko yang dihadapi sistem ini.
  3. Mendesain pengendalian yang mengatasi risiko ini.
  4. Mendokumentasikan dan menguji pengendalian tersebut.
  5. Memonitor efektivitas pengendalian seiring waktu.
  6. Memperbarui pengendalian sebagaimana dibutuhkan.

SOX 409

Membahas mengenai pengungkapan secara real time. Ini berarti bahwa perusahaan tersebut harus mampu melaporkan perubahan mengenai kondisi keuangannya secara real time-atau pada saat perubahan berlangung.

SOX dan COBIT

COBIT disebut sebagai organisasi industri yang dapat memberikan standar keamanan untuk sumber daya informasi perusahaan.


Meletakkan Sarbanes-Oxley pada Tempatnya

Sarbanes-Oxley merupakan salah satu argumen yang baik untuk pendekatan seperti ini.

Jumat, 28 Oktober 2016

Sistem Manajemen Basis Data

  • ORGANISASI DATA

Perusahaan sering kali membutuhkan komputer untuk memecahkan masalah yang sama, dengan input yang berbeda, secara berulang kali. Perusahaan menyimpan data dalam jumlah besar di sistem informasi  berbasis komputernya hanya karna perusahaan tersebut melakukan banyak transaksi bisnis. Agar dapat menggunakan data dan terhindar dari kekacauan , konsep "data" telah dipecah dan dikurangi menjadi konsep-konsep yang lebih kecil. Konsep-konsep data yang lebih kecil akan menyediakan balok-balok pembangun yang dapat dikombinasikan untuk menghasilkan kembali data awal dalam suatu bentuk yang terorganisir dan dapat diakses.

1.HIERARKI DATA  

Data bisnis secara tradisional telah diorganisasikan ke dalam suatu hierarki field-field data yang bergabung untuk membentuk record, dan record yang bergabung untuk membentuk file. Field data adalah unit data yang terkecil, mencerminkan jumlah data terkecil yang akan ditarik dari komputer pada satu waktu. Record adalah suatu koleksi field-field data yang saling berhubungan. File adalah koleksi record yang saling berhubungan seperti satu file dari seluruh record yang berisi field-field kode mata kule.liah dan namanya. Basis data adalah sekumpulan file. Definisi umum dari basis data adalah bahwa basis data merupakan kumpulan dari seluruh data berbasis komputer sebuah perusahaan. Definisi basis data yang lebih sempit adalah bahwa basis data merupakan kumpulan data yang berada dibawah kendali peranti lunak sistem manajemen basis data.

 2. SPREADSHEET SEBAGAI BASIS DATA SEDERHANA 

Tabel yang berisi baris dan kolom dapat disajikan dalam suatu spreadsheet. Kolom-kolom dalam spreadsheet mencerminkan field-field data sedangkan judul kolom berisi nama-nama field data. Baris-baris dalam tabel berisi nilai-nilai field. Struktur basis data relasional (relational database structure), secara konseptual serupa dengan sekumpulan tabel-tabel yang saling berhubungan.

3.FLAT FILES

File datar (flat file) adalah suatu tabel yang tidak memiliki kolom-kolom yang berulang. Kolom-kolom yang berulang melanggar persyaratan bagi flat file. Alasan dari sebuah tabel harus menjadi flat file adalah karena komputer membaca field-field data dari suatu record secara berurutan. Ketika urutan-urutan ini bukan merupakan suatu urutan yang konstan, komputer tidak akan dapat membaca record dengan benar. Alasan kedua untuk flat file adalah bahwa ia memungkinkan struktur basis data relasional untuk dinormalisasi . Normalisasi (normalization) adalah suatu proses informasi relasional untuk menghapus field-field data yang berulang (redundant) sambil tetap menjaga kemampuan basis data untuk menambah, mengubah, dan menghapus tanpa menyebabkan kesalahan.
  
4.FIELD-FIELD KUNCI

Kunci(key) di dalam suatu tabel adalah satu field (atau kombinasi field) yang berisi satu nilai yang secara unik mengidentifikasi masing-masing record di dalam tabel. Beberapa tabel memungkinkan memiliki dua field yang merupakan kandidat untuk menjadi kunci. Kandidat kunci (key candidate) adalah sebuah field yang secara unik mengidentifikasi masing-masing baris. 

5.TABEL-TABEL YANG BERHUBUNGAN

Tabel-tabel tersebut berbagi satu field yang sama, yaitu Kode, dan nilai field Kode menentukan baris-baris mana di dalam tabel yang tergabung secara logis. Terkadang tabel-tabel yang pada awalnya berdiri sendiri belakangan dapat diminta untuk digabungkan.


  •  STRUKTUR BASIS DATA

Struktur basis data adalah cara data diorganisasi agar pemrosesan data menjadi lebih efesien. Sistem Manajemen Basis Data (DBMS) adalah suatu aplikasi peranti lunak yang menyimpan struktur basis data, data itu sendiri, hubungan di antara data di dalam basis data, dan nama-nama formulir, jenis-jenis data, angka di belakang desimal, jumlah karakter, nilai-nilai default, dan seluruh uraian field lainnya.

 
 1. STRUKTUR BASIS DATA HIERARKIS

Sistem manajemen basis data yang pertama IDS (Integrated Data Store) dikembangkan oleh GE pada tahun 1964. Sistem manajemen basis data IDS mengikuti struktur basis data hierarkis. Struktur hierarkis ini dibentuk oleh kelompok-kelompok data, sub kelompok, dan beberapa sub kelompok lagi. Struktur hierarkis bekerja dengan baik pada sistem pemrosesan transaksi yang melakukan tugas-tugas seperti pengendalian persediaan, entri pesanan, piutang dan utang dagang. Struktur hierarkis menjadi populer karna memanfaatkan sumber daya komputer secara efisien


2. STRUKTUR BASIS DATA JARINGAN

Struktur ini dikembangkan untuk memungkinkan penarikan record-record tertentu. Memungkinkan satu record tertentu menunjuk pada semua record lainnya. 


3. STRUKTUR BASIS DATA RELASIONAL

Struktur ini terlihat seperti sekumpulan tabel-tabel yang mirip seperti tabel-tabel spreadsheet dan relasi antar tabel bersifat implisit. Relasi implisit dapat secara tidak langsung berasal dari data. Ketika terdapat satu field(kolom) data yang sama dalam dua tabel, maka record(baris) dari kedua tabel tersebut akan dapat digabungkan ketika nilai-nilai field datanya sama.

  • CONTOH BASIS DATA RELASIONAL 

 1. Basis Data Jadwal
 2. Konsep Basis Data

  • MEMBUAT BASIS DATA

1.  Menentukan Kebutuhan Data

Menentukan data yang perlu dikumpulkan dan disimpan adalah langkah penting dalam mencapai suatu sistem informasi berbasis komputer. Ada 2 pendekatan yaitu pendekatan yang berorientasi pada proses dan pemodelan perusahaan.

Ada 5 langkah dalam pendekatan yang berorientasi :
1. Mendefinisikan masalah
2. Mengidentifikasikan keputusan yang dibutuhkan
3. Menjabarkan kebutuhan informasi
4. Menentukan pemrosesan yang dibutuhkan
5. Menentukan spesifikasi kebutuhan data

Pendekatan Pemodelan Perusahaan : mengambil keuntungan dari sudut pandang sumber daya data perusahaan yang luas. Jika perusahaan mengambil pendekatan ini, deskripsi dari seluruh data perusahaan disebut sebagai model data perusahaan. 

2. Teknik-Teknik Pemodelan Data

 Terdapat 2 teknik yaitu:

1. Diagram relasi entitas : digunakan untuk menguraikan hubungan antara kumpulan-kumpulan data konseptual sehingga record-record-nya yang saling terhubung akan dapat digabungkan bersama.

2. Diagram kelas : digunakan untuk menguraikan hubungan data maupun tindakan-tindakan yang mengoperasikan data di dalam relasi.

  • MENGGUNAKAN BASIS DATA

1. Laporan dan Formulir  
 
Perbedaan Laporan dan Formulir :
a. Format pada formulir secara tipikal menampilkan satu record saja dalam satu waktu dan tidak memberikan ikhtisar data serta biasanya tidak melakukan agregasi data dari banyak tabel basis data.

b. Formulir dapat digunakan untuk menambah, menghapus atau memodifikasi record-record basis data.
  

1. Navigasi  : pengguna dapat melakukan navigasi dari satu record ke record berikutnya dengan mempergunakan baris navigasi yang berada di bagian bawah formulir.

2. Akurasi : formulir akan menjalankan definisi field data yang telah ditentukan ketika basis data dibuat.

3. Konsistensi : hal yang sangat penting ketika nilai-nilai field dalam satu tabel dipergunakan untuk menggabungkan record-nya ke tabel yang lain.

4. Penyaringan : setiap field dalam formulir dapat digunakan sebagai saringan (filter).

5. Subformulir : kombinasi formulir dan subformulir . Entri-entri ke dalam subformulir secara otomatis akan dihubungkan dengan record formulir. Subformulir membantu menjaga keakuratan dan konsistensi yang dibutuhkan dari data.

Laporan (reports) adalah data teragregasi dari basis data yang diformat dengan cara yang akan membantu pengambilan keputusan.


2. Query

Query adalah suatu permintaan kepada basis data untuk menampilkan record-record yang dipilih. Query pada umumnya memilih field data dalam jumlah terbatas dan kemudian membatasi record-record yang ditampilkan berdasarkan satu kumpulan kriteria tertentu.


3. Bahasa Query Terstruktur

Bahasa query terstruktur atau Structured Query Language (SQL) adalah kode yang digunakan oleh sistem manajemen basis data relasional untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan basis data-nya. 

4. Pemrosesan Basis Data Lanjutan

Pemrosesan analitis on-line atau on-line analytical processing (OLAP) telah menjadi hal yang semakin umum dalam peranti lunak sistem manajemen basis data. Vendor-vendor memasukan fitur ini untuk memungkinkan dilakukannya analisis data yang mirip dengan statistik cross-tabulation .

 

   


















Jumat, 07 Oktober 2016

SISTEM INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF


·         PERUSAHAAN DAN LINGKUNGANNYA

Ekonomi Melambat, Perhatikan Kondisi Perusahaan Sebelum Ambil Langkah


  Model Sistem Umum Perusahaan

1.      Aliran Sumber Daya Fisik
Sumber daya fisik sebuah perusahaan meliputi pegawai, bahan baku, mesin dan uang. Ketika berada di dalam perusahaan, sumber daya fisik dipergunakan untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijual oleh perusahaan kepada para pelanggannya.

2.      Aliran Sumber Daya Virtual
Menggunakan data,informasi, dan informasi dalam bentuk keputusan.

3.      Mekanisme Pengendalian Perusahaan
Unsur-unsur yang memungkinkan perusahaan mengendalikan operasinya sendiri, meliputi:
a.      Standar kinerja yang harus dipenuhi oleh perusahaan jika ia ingin mencapai tujuannya secara keseluruhan.
b.     Manajemen perusahaan.
c.      Suatu pemroses informasi yang mengubah data menjadi informasi.

4.      Lingkaran Umpan Balik
Terdiri atas sumber-sumber daya virtual. Data dikumpulkan dari perusahaan dan dari lingkungan lalu dimasukkan ke dalam pemroses informasi, yang mengubahnya menjadi informasi. Informasi ini kemudian diberikan kepada para manajer, yang melakukan pengambilan keputusan yang akan memengaruhi perubahan-perubahan yang dibutuhkan pada system fisik.

Perusahaan di dalam Lingkungannya

Unsur-unsur lingkungan ini adalah organisasi dan individu yang berada di luar perusahaan dan memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung atas perusahaan. Ada 8 model unsur lingkungan:
a.     Pemasok (supplier)
b.    Pelanggan (customer)
c.    Serikat pekerja (labor union)
d.    Komunitas keuangan (financial community)
e.     Pemegang saham dan pemilik (stockholders and owners)
f.      Pesaing (competitor)
g.     Pemerintah (government)
h.     Komunitas global (global community)

Aliran Sumber Daya Lingkungan

Aliran-aliran yang umum terjadi meliputi aliran informasi dari pelanggan, aliran bahan baku kepada pelanggan, aliran uang kepada pemegang saham, dan aliran bahan baku dari pemasok.
Aliran-aliran yang jarang terjadi meliputi aliran uang dari pemerintah (seperti untuk penelitian), aliran bahan baku kepada pemasok (pengembalian barang dagangan), dan aliran pegawai kepada pesaing (karyawan yang “dibajak” oleh perusahaan lain.

·         Mengelola Aliran Sumber Daya Fisik – Manajemen Rantai Pasokan (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT)
adalah aliran sumber daya melalui rantai pasokan harus dikelola untuk memastikan bahwa aliran tersebut terjadi dengan cara yang tepat waktu dan efisien.

Manajemen rantai pasokan terdiri dari aktivitas-aktivitas seperti berikut ini:
a.       Meramalkan permintaan pelanggan
b.      Membuat jadwal produksi.
c.       Menyiapkan jaringan transportasi.
d.      Memesan persediaan pengganti dari para pemasok.
e.      Menerima persediaan dari pemasok.
f.       Mengelola persediaan – bahan mentah, barang dalam proses, dan barang jadi.
g.      Melakukan produksi.
h.      Melakukan transportasi sumber daya kepada pelanggan.
i.        Melacak aliran sumber daya dari pemasok, di dalam perusahaan, dan kepada pelanggan.

Sistem informasi perusahaan dapat digunakan dalam melaksanakan tiap-tiap aktivitas di atas.

Sistem Elektronik : seiring dengan bergeraknya sumber daya melalui rantai pasokan, setiap tindakan akan dicatat dalam terminal computer yang terdapat di lokasi pemasok, di dalam area penerimaan perusahaan, di dalam area persediaan dan produksi perusahaan, di dalam area pengiriman perusahaan, di dalam kendaraan yang digunakan oleh transportir, dan di lokasi pelanggan.

Manajemen Rantai Pasokan dan Sistem Perencanaan Sumber Daya Usaha
-          Penggunaan sistem ERP dari vendor yang sama oleh para anggota di dalam rantai pasokan akan membantu memfasilitasi aliran informasi rantai pasokan. Dalam hal perpindahan data dari satu anggota ke anggota yang lain akan terfasilitasi dan semua anggota akan dapat meraih keuntungan, tetapi anggota terkuat dari rantai pasokanlah yang biasanya akan menerima keuntungan terbesar.

·         Keunggulan Kompetitif (competition advantage)
Mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan pengungkitan (leverage) di dalam pasar.

Rantai Nilai Porter
-          Porter yakin bahwa sebuah perusahaan meraih keunggulan kompetitif dengan menciptakan suatu rantai nilai (value chain) dan Margin adalah nilai dari produk dan jasa perusahaan setelah dikurangi harga pokoknyam seperti yang diterima oleh pelanggan perusahaan. Meningkatkan margin adalah tujuan dari rantai nilai.
-          Perusahaan menciptakan nilai dengan melakukan apa yang disebut oleh Porter sebagai aktivitas nilai (value activities). Aktivitas ini terdiri dari dua jenis: utama dan pendukung.
-          Aktivitas nilai utama (primary value activities) meliputi logistik input yang mendapatkan bahan baku dan persediaan dari pemasok, operasi perusahaan yang mengubah bahan baku menjadi barang jadi, logisitik output yang memindahkan barang kepada pelanggan, operasi pemasaran dan penjualan yang mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan mendapatkan pesanan, dan aktivitas-aktivitas jasa yang menjaga hubungan pelanggan yang baik setelah penjualan. 
-          Aktivitas nilai pendukung (suppor value activities) meliputi infrastruktur perusahaan. 3 aktivitas akan mempengaruhi aktivitas utama secara terpisah maupun dalam bentuk terkombinasi yaitu manajemen sumber daya manusia, pengembangan teknologi, dan pengadaan (atau pembelian).

Memperluas Ruang Lingkup Rantai Nilai : Manajemen harus waspada terhadap tambahan keunggulan yang dapat dicapai dengan mengaitkan rantai nilai perusahaan ke rantai nilai organisasi lain; kaitan seperti ini dapat menghasilkan suatu sistem interorganisasional (interorganizational system – IOS).

Dimensi-Dimensi Keunggulan Kompetitif
a1.    Keunggulan Strategis (strategic advantage)
Keunggulan yang memiliki dampak fundamental dalam membentuk operasi perusahaan.
Contoh : suatu perusahaan mengubah seluruh datanya menjadi basis data dengan alat penghubung standar (browser Web) guna berbagi dengan sekutu-sekutu bisnis dari pelanggannya.

b2.  Keunggulan Taktis (tactical advantage)
Keunggulan taktis didapatkan ketika perusahaan mengimplementasikan strategi dengan cara yang lebih baik daripada pesaingnya.
Contoh : layanan pelanggan dapat ditingkatkan dengan menawarkan kepada pelanggan akses langsung ke informasi.

c3.  Keunggulan Operasional (operational advantage)
Keunggulan yang berhubungan dengan transaksi dan proses sehari-hari.
·         Tantangan Dari Pesaing-Pesaing Global: Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi lintas produk,pasar,negara, dan budaya. Perusahaan multinasional terdiri atas perusahaan induk dan sekelompok anak perusahaan. Anak perusahaan tersebut dapat tersebar secara geografis, dan masing-masing dapat memiliki sasaran,kebijakan dan prosedurnya sendiri 
Kebutuhan Khusus untuk Pemrosesan Informasi di Perusahaan Multinasional
Kebanyakan eksekutif perusahaan multinasional menyadari bahwa mereka akan dapat mengatasi pengaruh lingkungan dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Kebutuhan Khusus untuk Koordinasi di Perusahaan Multinasional
Koordinasi adalah kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif di dalam pasar global. Perusahaan yang tidak mampu mendapatkan kendali strategis atas operasinya di seluruh dunia dan mengelolanya dengan cara yang terkoordinasi secara global, tidak akan dapat meraih kesuksesan dalam perekonomian internasional.

Keuntungan Koordinasi
a.       Fleksibilitas dalam merespons pesaing di berbagi negara dan pasar.
b.      Kemampuan untuk merespons perubahaan yang terjadi di satu negara pada satu negara lain – atau satu wilayah dalam satu negara lain.
c.       Kemampuan untuk menyamai kebutuhan pasar di seluruh dunia.
d.      Kemampuan untuk berbagi pengetahuan antarunit di berbagi negara.
e.       Mengurangi biaya operasi secara keseluruhan.
f.       Peningkatan efesiensi dan efektivitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
g.      Kemampuan untuk meraih dan mempertahankan keragaman produk perusahaan dan juga bagaimana produk diproduksi dan didistribusikan.

·   TANTANGAN DALAM MENGEMBANGKAN SISTEM INFORMASI GLOBAL
Adalah suatu sistem informasi yang terdiri atas beberapa jaringan yang melintasi batas negara. Berikut ini adalah beberapa kendala yang harus diatasi oleh pengembang GIS (sistem infomasi global – global information system).

Kendala-kendala Politis
Kendala yang umum adalah akses yang terbatas ke komunikasi berkecepatan tinggi. Karna infrastruktur telepon biasanya dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah dan bukannya perusahaan swasta.

Rintangan Budaya dan Komunikasi
1.      Pembatasan Pembelian dan Impor Peranti Kas
2.      Pembatasan Pemrosesan Data
3.      Pembatasan Komunikasi Data

Masalah – Masalah Teknologi
Di beberapa negara, sumber listrik yang dapat diandalkan mungkin tidak tersedia, sehingga mengakibatkan seringnya terjadi gangguan listrik. Sirkuit telekomunikasi sering kali hanya dapat mengirimkan data dengan kecepatan yang rendah, dan kualitas transmisinya juga buruk, serta peranti lunak juga dapat menjadi masalah.

· MANAJEMEN PENGETAHUAN

Sumber Daya Informasi sebuah perusahaan terdiri atas:
a.       Peranti keras komputer.
b.      Peranti lunak komputer.
c.       Spesialis informasi.
d.      Pengguna
e.       Fasilitas
f.       Database
g.      Informasi
Semua aktivitas manajer – mengakuisisi data, memproses data menjadi informasi, menggunakan dan mengkomunikasikan informasi dengan cara yang paling efektif, dan menghapus informasi pada waktu yang tepat disebut manajemen pengetahuan (knowledge management).


Dimensi Informasi
a.       Relevansi               : dianggap relevansi jika informasi tersebut berhubungan dengan masalah yang sedang dihadapi.
b.      Akurasi                  : seluruh informasi seharusnya akurat.
c.       Ketepatan waktu   : informasi hendaknya tersedia untuk pengambilan keputusan sebelum situasi yang genting berkembang atau hilangnya peluang yang ada.
d.      Kelengkapan         : para pengguna hendaknya dapat memperoleh informasi yang menyajikan suatu gambaran lengkap atas suatu masalah tertentu atau solusinya.

Sifat Manajemen Pengetahuan yang Berubah-ubah
a.       Sistem Informasi Warisan             : mereka yang mengelola dan mengendalikan informasi di  dalam suatu perusahaan modern harus menyadari keterbatasan dari teknologi-teknologi lampau. Sistem informasi awal serta peranti lunak dank eras yang tidak sesuai atau hanya sesuai secara parsial dengan teknologi informasi terkini disebut sebagai sistem warisan (legacy systems).
b.      Manajemen Gambar                      : foto-foto digital dari cetakan dapat disimpan sebagai file-file komputer yang dapat dijadikan referensi oleh sistem informasi perusahaan saat ini. Terdapat peranti lunak computer khusus yang akan menerjemahkan gambar data teks dan numeric menjadi sebuah file pengolah kata.

·   PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK SUMBER DAYA INFORMASI
Chief Information Officer dan Chief Techonology Officer adalah manajer dengan tingkat tertinggi di layanan informasi. Orang ini akan menyumbangkan keahlian manajerialnya dalam memecahkan masalah-masalah yang tidak hanya berhubungan dengan layanan informasi saja, melainkan juga area-area operasi perusahaan lainnya. CIO atau CTO dapat memosisikan layanan informasi sebagai salah satu unsur vital dalam struktur organisasi perusahaan dengan melaksanakan saran-saran berikut ini:
a.       Meluangkan waktu dalam bisnis dan pelatihan bisnis. Pelajari pula bisnisnya, bukan hanya teknologinya saja.
b.      Secara aktif mencari kemitraan dengan unit-unit bisnis dan manajemen lini-jangan menunggu untuk diundang.
c.       Fokus pada perbaikan proses bisnis.
d.      Menjelaskan biaya-biaya IS dalam istilah bisnis.
e.       Membangunkan kredibilitas dengan memberikan jasa IS yang dapat diandalkan.
f.       Terbuka ide-ide yang berasal dari luar bidang IS.

Perencaan Strategis bagi Perusahaan , Komite Eksekutif kelompok ini biasanya akan bertanggung jawab atas perencanaan strategis bagi keseluruhan perusahaan. Pada tingkat yang paling minimum, komite eksekutif terdiri atas presiden dan wakil presiden bidang-bidang bisnis perusahaan. Komite ini akan menentukan rencana bisnis strategis organisasi.

Rencana Strategis untuk Area-Area Bisnis : Pendekatan SPIR (Perencanaan strategis untuk sumber daya informasi (strategic planning for information resources – SPIR)) adalah pengembangan rencana strategis secara paralel bagi layanan informasi dan perusahaan sehingga rencana perusahaan akan mencerminkan dukungan yang akan diberikan oleh layanan informasi. Rencana IS akan mencerminkan permintaan dukungan sistem di masa mendatang.