• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Rabu, 16 November 2016

IMPLIKASI ETIS DARI TEKNOLOGI INFORMASI





CAKUPAN PERSKRIPTIF VERSUS CAKUPAN DESKRIPTIF


Cakupan preskriptif (prescriptive coverage), menentukan bagaimana MIS sebaiknya dikembangkan dan digunakan di dalam suatu perusahaan. Cakupan ini merupakan pendekatan yang lebih baik untuk menampilkan materi kepada mahasiswa perguruan tinggi yang memasuki dunia bisnis dibandingkan dengan memberikan Cakupan deskriptif (descriptive coverage) yang menjelaskan bagaimana hal-hal sedang dilaksanakan. Pendekatan deskriptif tidak sungguh-sungguh ditinggalkan, karena contoh-contoh dalam dunia nyata selalu diberikan.


Tujuannya adalah memberikan jalan yang dapat diikuti para profesional bisnis dan sistem informasi masa depan - jalan yang akan menuju karier yang sukses dan karier yang akan memberikan kontribusi positif untuk profesi yang berkaitan dengan komputer serta untuk bisnis dan masyarakat.


MORAL,ETIKA, DAN HUKUM

  • Moral : Tradisi kepercayaan mengenai perilaku yang benar dan yang salah. Moral adalah institusi sosial dengan sejarah dan seperangkat aturan. 
  • Etika : Sekumpulan kepercayaan, standar atau teladan yang mengarahkan, yang merasuk ke dalam seseorang atau masyarakat. Tidak seperti moral, etika bisa jadi amat bervariasi dari satu komunitas dengan yang lain. Keberagaman di bidang komputer ini terlihat dalam bentuk peranti lunak bajakan (pirated software) - peranti lunak yang diduplikasi secara ilegal dan kemudian digunakan atau dijual.
  • Hukum (Law) : Peraturan perilaku formal yang ditetapkan oleh otoritas yanng berwenang, seperti pemerintah, terhadap subjek atau warga negaranya.

Undang-Undang Komputer di Amerika Serikat

Hak dan Batasan Akses Data Undang-Undang Kebebasan Informasi (Freedom of Information Act) tahun 1966 memberi warga negara dan organisasi-organisasi Amerika Serikat hak terhadap akses data yang dipegang oleh pemerintah federal, dengan beberapa perkecualian. Undang-Undang Pelaporan Kredit yang Wajar (Fair Credit Reporting Act) tahun 1970 berkaitan dengan penanganan data kredit, dan Undang-Undang Hak Privasi Federal (Right to Federal Privacy Act) tahun 1978  yang membatasi tindakan pemerintah federal untuk melaksanakan penyelidikan pada catatan-catatan bank. Undang-Undang Privasi dan Pencocokan Komputer (Computer Matching and Privacy Act) tahun 1988, membatasi hak pemerintah federal untuk mencocokan file komputer yang bertujuan untuk menentukan kelayakan program pemerintahan atau mengidentifikasi para debitor.

Privasi, Undang-Undang Kebebasan Informasi diterapkan, pemerintah federal mencanangkan Undang-Undang Privasi Komunikasi Elektronik (Electronic Communication Privacy Act) tahun 1968. Namun, Undang-Undang ini ditulis ulang tahun 1986 agar mencakup data digital, komunikasi video dan surat elektronik.

Kejahatan Komputer, pada tahun 1984, Kongres Amerika Serikat memperkuat Undang-Undang mengenai penggunaan komputer dengan mengeluarkan peraturan-peraturan yang secara khusus diterapkan pada kejahatan komputer

Paten Peranti Lunak

Pada bulan Juli 1988, Pengadilan Banding Federal Amerika Serikat U.S. Court Of Appeals for the Federal Circuit) memutuskan bahwa proses bisnis harus dipatenkan. Kasus ini kemudian dikenal dengan State Street Decision. Pengadilan selalu menetapkan bahwa peranti lunak tidak dapat dipatenkan karena 2 alasan: (1) Algoritma matematika tidak dapat dipatenkan dan (2) metode bisnis tidak dapat dipatenkan.

Undang-Undang Paten Peranti Lunak di Uni Eropa

Pada awal 2002, Parlemen Uni Eropa (UE) mengusulkan agar standar paten peranti lunak yang lebih ketat dibandingkan dengan standar di Amerika Serikat ditetapkan. Proposal ini mencetuskan berbagai diskusi dan ketidaksetujuan, dan Peraturan untuk Patentabilitas Penemuan yang Diterapkan pada Komputer (Directive on thee Patentability of Computer-Implemented Inventions) akhirnya ditolak oleh Parlemen UE pada bulan Juli 2005.

Undang-Undang Privasi Pribadi di Republik Rakyat Cina

Pemerintah Cina sedang berfokus untuk menerapkan peraturan penggunaan komputer dan internet. Peraturan-peraturan ini menyatakan bahwa penggunaan perangkat ini tidak boleh mengganggu "keamanan negara", "kepentingan sosial", "kepentingan warga negara yang berazaskan hukum", dan "privasi". Dalam menyusun argumen ini, para aktivis mengidentifikasi Uni Eropa dan Amerika Serikat sebagai model untuk undang-undang yang dibutuhkan.


MELETAKKAN MORAL,ETIKA, DAN HUKUM PADA TEMPATNYA

Penggunaan komputer di dunia bisnis diarahkan oleh nilai moral dan etis manajer, spesialis informasi, dan pengguna, serta hukum yang berlaku. Hukum adalah yang termudah untuk diinterpretasikan karena bersifat tertulis.


KEBUTUHAN AKAN BUDAYA ETIKA

Keterkaitan antara CEO dengan perusahaannya merupakan dasar untuk budaya etika. Jika perusahaan dituntut untuk berlaku etis, maka manajemen tingkat tinggi harus bersikap etis dalam segala sesuatu yang dilakukan dan dikatakannya. Manajemen tingkat atas harus memimpin melalui contoh. Perilaku ini disebut dengan budaya etika (ethics culture).

Bagaimana Budaya Etika Diterapkan

Kredo Perusahaan (Corporate Credo) adalah pernyataan singkat mengenai nilai-nilai yang ingin dijunjung perusahaan. Tujuan kredo tersebut adalah untuk memberitahu individu dan organisasi, baik di dalam dan di luar perusahaan, akan nilai-nilai etis yang dianut perusahaan tersebut.

Program Etika (Ethics Program) adalah upaya yang terdiri atas berbagai aktivitas yang didesain untuk  memberikan petunjuk kepada para karyawan untuk menjalankan kredo perusahaan. Aktivitas yang biasa dilakukan adalah sesi orientasi yang diadakan untuk para karyawan baru. Dalam audit etika (ethics audit) seorang auditor internal akan bertemu dengan seorang manajer dalam sesi selama beberapa jam yang bertujuan untuk mempelajari bagaimana unit manajer tersebut melaksanakan kredo perusahaan.

Kode Perusahaan yang Disesuaikan, terkadang kode-kode etik ini merupakan adaptasi dari kode untuk industri atau profesi tertentu.

Meletakkan Kredo, Program dan Kode pada Tempatnya

Kredo perusahaan memberikan dasar untuk pelaksanaan program etika perusahaan. Kode etik tersebut menggambarkan perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan dilaksanakan oleh para karyawan perusahaan dalam berinteraksi antara satu dengan lain dan dengan elemen-elemen lingkungan perusahaan.


ALASAN DI BALIK ETIKA KOMPUTER

Etika komputer terdiri atas 2 aktivitas utama. Orang diperusahaan yang merupakan pilihan yang logis untuk menerapkan program etika ini adalah CIO. Seorang CIO harus menyadari dampak penggunaan komputer terhadap masyarakat dan merumuskan kebijakan yang menjaga agar teknologi tersebut digunakan di seluruh perusahaan secara etis.

Alasan Pentingnya Etika Komputer

Kelenturan Secara Logis (logical malleability) sebagai kemampuan untuk memprogram komputer untuk melakukan hampir apa saja yang ingin kita lakukan.

Faktor Transformasi, alasan atas etika komputer yang ini didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah cara kita mengerjakan sesuatu dengan drastis.

Faktor Ketidaktampakan, alasan ketiga untuk minat masyarakat atas etika komputer adalah karena masyarakat memandang komputer sebagai kotak hitam.
  • Nilai Pemrograman yang tidak tampak, adalah perintah rutin yang dikodekan programmer ke dalam program yang menghasilkan proses yang diinginkan si pengguna.
  • Perhitungan rumit yang tidak tampak, berbentuk program yang sangat rumit sehingga pengguna tidak dapat memahaminya.
  • Penyalahgunaan yang tak tampak, mencakup tindakan yang disengaja yang melintasi batasan hukum maupun etis.

Hak Sosial dan Komputer

Klasifikasi hak-hak manusia dalam wilayah komputer yang paling banyak dipublikasikan adalah PAPA rancangan Richard O.Mason. Mason menciptakan akronim PAPA untuk merepresentasikan 4 hak dasar masyarakat sehubungan dengan informasi: privasi (privacy), akurasi (accuracy), kepemilikan (property), dan aksesbilitas (accessbility).

Hak Privasi

Menurut Mason, para pembuat keputusan menempatkan nilai yang amat tinggi pada informasi sehingga mereka sering kali melanggar hak privasi seseorang untuk mendapatkannya.

Hak untuk Mendapatkan Keakuratan

Komputer memungkinkan tingkat keakuratan yang tidak dapat dicapai dengan sistem nonkomputer. Potensi ini memang tersedia, namun tidak selalu didapatkan. Beberapa sistem berbasis komputer berisikan lebih banyak kesalahan daripada yang diberikan sistem manual.

Hak Kepemilikan

Hak kepemilikan intelektual, biasanya dalam bentuk program komputer. Vendor peranti lunak dapat menghindari pencurian hak kepemilikan intelektual melalui undang-undang hak cipta, hak paten, dan persetujuan lisensi. Vendor peranti lunak mencoba untuk menutup lubang-lubang pada hukum ini melalui perjanjian lisensi yang harus disetujui oleh para pelanggan mereka saat mereka menggunakan peranti lunak tersebut. Pelanggaran dari perjanjian ini dapat menyert pelanggan ke pengadilan.

Hak Mendapatkan Akses

Sebelumnya diperkenalkannya basis data yang terkomputerisasi, kebanyakan informasi tersedia untuk masyarakat umum dalam bentuk dokumen cetak atau gambar mikroformat yang disimpan  di perpustakaan. Sekarang, kebanyakan informasi ini telah dikonversikan ke basis data komersial, sehingga membuat ketersediaannya untuk masyarakat berkurang. Untuk mengakses informasi ini, seseorang harus memiliki peranti keras dan peranti lunak komputer yang diharuskan dan membayar biaya akses. Mengingat komputer dapat mengakses data dari penyimpanan lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan jenis teknologi lain, ironis bahwa hak mendapatkan akses menjadi isu etika era modern.


AUDIT INFORMASII

Perusahaan dengan semua ukuran mengandalkan auditor eksternal (external auditordari luar organisasi untuk memverifikasi keakuratan catatan akuntansi. Perusahaan-perusahaan yang lebih besar memiliki staf tersendiri yang berfungsi sebagai auditor internal (internal auditor), yang melaksanakan analisis yang sama seperti auditor  eksternal namun memiliki tanggung jawab yang lebih luas.

Pentingnya Objektivitas

Agar para auditior dapat menjaga objektivitas, mereka harus menyatakan bahwa mereka tidak menginginkan tanggung jawab operasional sistem yang mereka bantu kembangkan. Mereka hanya bekerja dengan kapasitas sebagai penasihat. Mereka membuat rekomendasi untuk manajemen, dan manajemen memutuskan apakah mereka akan menerapkan rekomendasi-rekomendasi tersebut.

Jenis Aktivitas Audit

Terdapat 4 jenis dasar aktivitas audit internal
  • Audit Finansial (financial audit) memverifikasi catatan-catatan perusahaan dan merupakan jenis aktivitas yang dilaksanakan auditor eksternal. 
  • Audit Operasional (operational audit) jenis pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem pada tahap analisis dari masa siklus perancangan sistem. Ada 3 fitur sistem dasar
  1.  Kecukupan Pengendalian
  2. Efisiensi
  3. Kepatuhan dengan Kebijakan Perusahaan
  • Audit Berkelanjutan (concurrent audit) sama dengan audit operasional tetapi audit berkelanjutan berlangsung terus-menerus.
  • Desain Sistem Pengendalian Internal, auditor internal selayaknya berpartisipasi secara aktif dalam perancangan sistem karena 2 alasan, yaitu biaya untuk memperbaiki kelemahan sistem meningkat secara dramatis seiring dengan siklus masa hidup sistem, dan melibatkan para auditor internal dalam perancangan sistem adalah mereka menawarkan keahlian yang dapat meningkatkan kualitas sistem tersebut.

Subsistem Audit Internal

Dalam sistem informasi finansial, subsistem audit internal merupakan salah satu subsistem input. Melibatkan auditor internal dalam tim perancangan sistem merupakan suatu langkah yang baik untuk mendapatkan sistem informasi yang terkendali dengan baik, dan sistem tersebut merupakan langkah yang baik untuk memberikan yang mereka perlukan kepada manajemen informasi guna mencapai dan mengelola operasional bisnis yang beretika.

MENERAPKAN ETIKA DALAM TEKNOLOGI INFORMASI

Kode Etik

Kode etik dan Praktik profesional rekayasa peranti lunak dibuat dengan tujuan agar bertindak sebagai panduan untuk mengajarkan dan mempraktikan rekaya peranti lunak, yaitu penggunaan  prinsip-prinsip perancangan dalam pengembangan peranti lunak.

  • Kode Etik dan Perilaku Profesional ACM, kode ini diadopsi tahun 1992 dan berisikan "keharusan" yang merupakan pernyataan tanggung jawab pribadi.  Kode ini dibagi lagi menjadi 4 bagian 
  1. Keharusan Moral Umum , keharusan ini berkenaan dengan perilaku moral dan isu-isu yang ada pada saat ini mendapatkan perhatian hukum
  2. Tanggung Jawab Profesional yang Lebih Spesifik, berkenaan dengan dimensi-dimensi kinerja profesional.
  3. Keharusan Kepemimpinan Organisasi, memiliki tanggung jawab untuk mendukung penggunaan sah sumber daya komputer, menstimulasi orang lain di organisasi untuk memenuhi tanggung jawab sosial, memungkinkan pihak lain di dalam organisasi mendapatkan manfaat dari komputer, serta melindungi kepentingan para pengguna.
  4. Kepatuhan terhadap Kode, ACM harus mengindikasikan dukungan untuk kode etik

Kode Etik dan Praktik Profesional Rekaya Peranti Lunak

Kode ini mencatat pengaruh penting yang dapat diterapkan para ahli peranti lunak pada sistem informasi dan terdiri dari ekspektasi di 8 hal penting:

  1. Masyarakat
  2. Klien dan Atasan
  3. Produk
  4. Penilaian
  5. Manajemen
  6. Profesi
  7. Kolega
  8. Diri Sendiri

Pendidikan Etika Komputer

Mata Kuliah di Perguruan Tinggi, Perguruan tinggi dan universitas telah mengajarkan etika komputer sejak beberapa waktu lamanya. Sekolah-sekolah bisnis  biasanya menawarkan mata kuliah etika atau mengintegrasikan ilmu tersebut ke dalam mata kuliah bisnis seperti pemasaran dan akuntansi.

Program Profesional, menawarkan program khusus yang membahas masalah-masalah penting saat ini, seperti etika.

Program Edukasi Sistem, mata kuliah perguruan tinggi memungkinkan para mahasiswa untuk bersiap-siap mengatasi permasalahan etika ketika mereka memasuki industri, dan program profesional dan swasta memungkinkan manajer dan karyawan di setiap tingkatan untuk menjaga kesadaran beretika serta komitmen mereka seiring dengan perubahan tuntutan sosial.

ETIKA DAN CIO

CIO dapat memenuhi ekspektasi pelaporan keuangan dengan cara mengikuti program yang mencakup hal-hal berikut:
  • Mencapai tingkat pemahaman yang lebih baik akan pemahaman prinsip-prinsip akuntansi.
  • Mempelajari sistem informasi yang menyelesaikan laporan keuangan dan mengambil tindakan perbaikan.
  • Mendidik eksekutif perusahaan mengenai sistem-sistem keuangan
  • Mengintegrasikan ke dalam sistem infomasi alarm yang memperingatkan eksekutif terhadap aktivitas yang membutuhkan perhatian.
  • Secara aktif berpartisipasi di dalam memberikan informasi keuangan kepada elemen lingkungan.
  • Mengendalikan dengan ketat keuangan yang dihabiskan untuk sumber daya informasi.

PENGARUH SARBANES-OXLEY

SOX terdiri atas 10 pasal utama, 2 diantaranya secara langsung memengaruhi unit pelayanan informasi perusahaan:
  •  CEO dan CFO harus menandatangani laporan keuangan.
  • Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat disyaratkan untuk memiliki unit audit internal.

SOX 404

Membahas tentang penilaian manajemen mengenai pengendalian keuangan. Bagian ini mensyaratkan bahwa harus terdapat suatu bentuk pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan.

Seorang CIO harus menjaga agar pengendalian seperti ini berada di dalam sistem selama proses perancangan sistem. Aktivitas perancangan harus mencakup:

  1. Identifikasi sistem yang memainkan peranan dalam pelaporan keuangan.
  2. Identifikasi risiko yang dihadapi sistem ini.
  3. Mendesain pengendalian yang mengatasi risiko ini.
  4. Mendokumentasikan dan menguji pengendalian tersebut.
  5. Memonitor efektivitas pengendalian seiring waktu.
  6. Memperbarui pengendalian sebagaimana dibutuhkan.

SOX 409

Membahas mengenai pengungkapan secara real time. Ini berarti bahwa perusahaan tersebut harus mampu melaporkan perubahan mengenai kondisi keuangannya secara real time-atau pada saat perubahan berlangung.

SOX dan COBIT

COBIT disebut sebagai organisasi industri yang dapat memberikan standar keamanan untuk sumber daya informasi perusahaan.


Meletakkan Sarbanes-Oxley pada Tempatnya

Sarbanes-Oxley merupakan salah satu argumen yang baik untuk pendekatan seperti ini.